IVF Add-Ons: Antara Harapan dan Fakta Ilmiah

Penulis: Hestia Ramadhani
Selasa, 28 Juli 2026 | 23:07:00 WIB

Setiap pasangan yang menjalani program IVF pasti menginginkan hasil terbaik. Sayangnya, tidak semua siklus IVF berhasil, sehingga muncullah berbagai 'tambahan' atau add-ons yang dijanjikan bisa meningkatkan peluang hamil. Mulai dari akupunktur hingga tes genetik, semuanya ditawarkan dengan harga yang tidak murah.

Apa Itu IVF Add-Ons?

IVF add-ons adalah prosedur, pemeriksaan, atau terapi di luar tahapan standar IVF. Tujuannya beragam, mulai dari membantu implantasi embrio hingga mencegah keguguran. Namun, sebagian besar belum memiliki bukti ilmiah yang kuat, seperti yang terungkap dalam tinjauan sistematis terbaru.

Hasil Studi: Hanya 3 dari 10 yang Berpotensi Bermanfaat

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan di jurnal terkemuka meneliti 10 jenis IVF add-ons yang paling umum. Dari 157 uji klinis, hanya 85 yang memenuhi standar kualitas. Hasilnya? Tujuh prosedur tidak terbukti efektif, dan hanya tiga yang menunjukkan potensi manfaat—meski buktinya masih lemah.

Add-Ons yang Belum Terbukti Manfaatnya

  • Akupunktur
  • Kortikosteroid (obat antiinflamasi)
  • Pemeriksaan reseptivitas endometrium (ERA)
  • Infus intralipid (cairan lemak)
  • Injeksi plasma kaya trombosit ke ovarium
  • Infus plasma kaya trombosit ke rahim
  • Skrining genetik pra-implantasi (PGT-A)

Bukan berarti prosedur ini tidak berguna, tetapi data saat ini belum cukup untuk merekomendasikannya secara rutin pada semua pasien.

Add-Ons dengan Potensi Manfaat (Namun Bukti Masih Lemah)

  • EmbryoGlue: Media transfer yang mengandung asam hialuronat. Studi menunjukkan sedikit peningkatan angka kehamilan, tetapi efek pada kelahiran hidup belum kuat.
  • Endometrial scratching: Goresan ringan pada dinding rahim sebelum transfer embrio. Beberapa riset melihat kemungkinan kenaikan angka kehamilan, tapi perlu penelitian lebih besar.
  • PICSI: Teknik pemilihan sperma yang lebih matang. Ada indikasi dapat menurunkan risiko keguguran, namun bukti masih terbatas.

Hati-Hati dengan Janji Manis Klinik

Dr. Sarah Lensen, peneliti utama dari Universitas Melbourne, mengingatkan bahwa banyak pasien mendapatkan informasi dari situs klinik atau media sosial yang cenderung melebih-lebihkan manfaat. Akibatnya, pasien bisa terbebani biaya tambahan dan harapan palsu. “Di banyak negara, IVF sangat dikomersialkan, dan beberapa add-ons sangat mahal,” ujarnya.

Apa yang Perlu Dilakukan Pasangan?

Hasil studi ini bukan berarti Anda harus menolak semua add-ons. Kuncinya adalah berdiskusi terbuka dengan dokter. Tanyakan bukti ilmiah di balik setiap prosedur yang ditawarkan, serta apakah benar-benar sesuai dengan kondisi Anda. Jangan ragu untuk mencari opini kedua jika perlu.

Pada akhirnya, keberhasilan IVF dipengaruhi banyak faktor, termasuk usia, kualitas embrio, dan kondisi rahim. Add-ons mungkin membantu sebagian orang, tapi bukan jaminan. Yang terpenting, jalani proses ini dengan informasi yang lengkap dan dukungan emosional yang kuat.

Reporter: Hestia Ramadhani