Melihat si kecil yang sulit duduk tenang saat belajar pasti bikin kita sebagai orang tua gemas. Tenang, Moms, konsentrasi itu bukan bakat bawaan, melainkan keterampilan yang bisa diasah. Dengan pendekatan yang tepat, anak bisa belajar lebih fokus dan menyerap materi dengan lebih baik.

Lingkungan belajar yang nyaman adalah langkah pertama. Pilih tempat yang tenang, misalnya sudut kamar yang jauh dari televisi atau area bermain. Pastikan meja belajarnya rapi, hanya ada buku dan alat tulis yang diperlukan. Hindari gadget sebisa mungkin, karena notifikasi dan game jadi pengalih perhatian utama. Atur jadwal belajar di waktu anak masih segar, misalnya setelah mandi pagi atau sebelum tidur malam. Rutinitas yang konsisten akan membentuk kebiasaan baik.

Dukung Fisik dan Otak dengan Pola Hidup Sehat

Fokus anak juga sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuhnya. Pastikan ia tidur cukup, sekitar 8-10 jam untuk anak usia sekolah. Kurang tidur membuat otak sulit berkonsentrasi. Berikan makanan bergizi seperti ikan, telur, sayuran hijau, dan buah-buahan yang kaya akan nutrisi otak. Jangan lupa cukup minum air putih agar dehidrasi tidak mengganggu konsentrasi. Ajak anak bergerak aktif setiap hari, misalnya bermain di luar atau bersepeda, karena olahraga ringan melancarkan aliran darah ke otak.

Teknik Belajar yang Membantu Anak Tetap Fokus

Anak-anak butuh variasi agar tidak bosan. Coba terapkan teknik Pomodoro versi anak: belajar 15-20 menit, lalu istirahat 5 menit. Ulangi beberapa siklus. Selama istirahat, biarkan ia melakukan aktivitas fisik seperti meregangkan badan atau minum. Latih mindfulness sederhana, misalnya minta anak menarik napas dalam-dalam tiga kali sebelum mulai belajar. Ajari ia untuk fokus pada satu tugas hingga selesai, bukan berganti-ganti aktivitas. Permainan seperti puzzle, catur, atau menyusun balok juga bagus untuk melatih konsentrasi.

Yang tak kalah penting, bantu anak mengelola rasa cemas atau bosan. Ajak ia bicara tentang perasaannya, dan buat target belajar yang realistis. Pujian kecil saat ia berhasil fokus akan membangun rasa percaya diri. Ingat, setiap anak unik, jadi sesuaikan tips ini dengan karakter si kecil. Dengan kesabaran dan konsistensi, kemampuan konsentrasinya akan meningkat perlahan.

Reporter: Sania Putri