Jakarta kembali menjadi saksi bisu geliat industri kreatif Tanah Air. Ajang tahunan yang telah memasuki edisi ke-19 ini resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Acara yang digagas oleh Krista Exhibitions Group ini menjadi wadah strategis bagi para pemain industri kulit, alas kaki, tekstil, dan garmen untuk memperluas jangkauan bisnis sekaligus mengenalkan inovasi terkini.

Momentum Kebangkitan Industri Manufaktur

Pembukaan pameran ini mendapat sambutan hangat dari Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong industri manufaktur nasional agar semakin kompetitif di kancah global. Bagi para pelaku usaha, ini adalah momen yang tidak boleh disia-siakan untuk menunjukkan kapabilitas dan produk unggulan.

Partisipasi Luas dari Dalam dan Luar Negeri

Tahun ini, pameran berhasil mengumpulkan 210 peserta yang terdiri dari produsen, distributor, pemasok bahan baku, hingga pelaku UMKM. Yang menarik, sebanyak 50 UMKM lokal turut meramaikan acara, membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing. Tak hanya itu, peserta dari 14 negara seperti China, Italia, Jerman, hingga Korea Selatan juga hadir, menjadikan ajang ini sebagai melting pot ide dan teknologi.

Pengunjung akan dimanjakan dengan beragam produk dan teknologi, mulai dari kulit, alas kaki, tekstil, garmen, hingga mesin produksi dan otomasi. Kesempatan untuk menjalin kerja sama internasional pun terbuka lebar, apalagi dengan adanya sesi business matching yang mempertemukan langsung produsen lokal dengan buyer potensial.

Seminar dan Forum: Wadah Diskusi Strategis

Pameran ini tidak hanya soal jual-beli, tetapi juga tempat berdiskusi tentang masa depan industri. Seminar Nasional AGTI mengangkat tema membangun industri TPT yang kompetitif dan berkelanjutan. Sementara itu, ILF-IGT Manufacturing Forum 2026 membahas strategi jaya di pasar domestik dan unggul di pasar global. Topik seperti revitalisasi industri padat karya, peningkatan investasi, hingga peluang perdagangan melalui IEU-CEPA menjadi sorotan utama.

Para peserta mendapatkan wawasan berharga tentang transformasi digital, modernisasi proses produksi, hingga penggunaan material ramah lingkungan. Ini menjadi bekal penting bagi industri yang ingin meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Fashion Show dan Networking: Sentuhan Kreatif dan Kolaborasi

Suasana pameran semakin hidup dengan hadirnya The Fashion Show yang menampilkan karya-karya terbaru dari desainer dan pengusaha mode nasional. Ini menjadi bukti bahwa industri kreatif Indonesia memiliki daya tarik tersendiri. Sementara itu, Networking Cocktail Dinner menjadi ajang santai untuk mempererat hubungan bisnis. Acara ini dihadiri oleh berbagai asosiasi seperti APRISINDO, APRINDO, APPMI, APKI, dan APGAI, yang membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.

Dukungan Penuh untuk UMKM dan IKM

Salah satu fokus utama pameran ini adalah pemberdayaan UMKM dan IKM. Dengan adanya dukungan dari Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, para pelaku usaha kecil diharapkan dapat naik kelas. Mereka tidak hanya mendapat akses pasar, tetapi juga kesempatan untuk belajar dari pelaku industri internasional.

Bagi Anda yang bergerak di sektor ini, pameran ini adalah kesempatan emas untuk memperluas jaringan, menemukan teknologi baru, dan membuka peluang ekspor. Registrasi bisa dilakukan secara online atau langsung di lokasi. Jangan lewatkan momen berharga ini untuk membawa bisnis Anda melangkah lebih jauh.

Reporter: Fadila Utami