Namanya Diana Safitri, atau lebih dikenal sebagai @diasftri21 di Instagram. Kisahnya viral setelah ia membagikan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Dulu, ia dan keluarganya tinggal di kontrakan sempit dengan kondisi memprihatinkan: atap bocor, jamur di mana-mana, dan bahkan tempat tidur hanya beralas kardus bekas. Orang tuanya tidak punya lemari, sehingga baju-baju disimpan dalam kardus. Kondisi ini membuat ibu Diana mengalami gangguan paru-paru.

Perjuangan Sejak Remaja

Sejak SMK, Diana sudah bekerja paruh waktu: jaga stand minuman boba, guru les, jual basreng, hingga jualan online. Semua dilakukan untuk membiayai sekolah dan membantu orang tua membayar utang sedikit demi sedikit. Meski lelah, ia tetap melanjutkan kuliah hingga lulus S1. Keluarganya selalu berpindah kontrakan karena belum pernah memiliki rumah sendiri.

Titik Balik Sebagai Kreator Konten

Pada tahun 2023, Diana memutuskan untuk serius menjadi kreator konten kecantikan. Baginya, media sosial bukan hanya ladang rezeki, tapi juga tempatnya berkembang sebagai seorang introvert. Dengan modal meja kecil, ring light, dan kardus bekas, ia mulai membuat konten. Konsistensinya membuahkan hasil: di usia 23 tahun (Desember 2025), ia berhasil membangun rumah impian untuk orang tuanya, tanpa mencicil atau berutang.

Culture Shock dan Kebahagiaan

Perubahan drastis ini sempat membuat Diana dan keluarganya menangis selama seminggu karena tidak percaya. Mereka merasa asing dengan kenyamanan baru, seperti tidur di kasur empuk, memiliki lemari pakaian, dan kamar sendiri. "Dulu dapur dan ruang keluarga jadi satu, sekarang ada tempatnya sendiri-sendiri. Aku punya tempat ngonten yang nyaman," ujar Diana.

Pesan untuk Pejuang Lain

Diana tumbuh di lingkungan dengan mentalitas saling menjatuhkan dan jerat utang. Namun, ia tidak menyerah. Pesannya: "Bukan berarti tidak punya harapan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Teruslah berjuang, karena konsistensi adalah kuncinya." Semoga kisah ini menginspirasi banyak wanita Indonesia untuk berani bermimpi dan bekerja keras.

Reporter: Sabriansyah Putra