Pemeriksaan USG (Ultrasound) menjadi salah satu momen paling dinanti selama kehamilan. Melihat calon buah hati untuk pertama kalinya melalui layar monitor tentu terasa mengharukan. Biasanya, USG pertama dilakukan di awal kehamilan untuk memastikan adanya kantung kehamilan, detak jantung, dan perkiraan usia janin.

Apa Itu USG dan Kenapa Penting?

Menurut panduan medis, USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menampilkan gambar janin di dalam rahim. Alat yang disebut transduser akan mengirimkan gelombang, lalu gelombang yang memantul diubah menjadi gambar. Prosedur ini aman bagi ibu dan janin, namun tidak dianjurkan dilakukan tanpa indikasi medis yang jelas.

Lantas, jika Bunda sudah melakukan USG di awal kehamilan, perlukah kembali lagi di trimester pertama? Jawabannya tergantung tujuan medisnya. USG awal biasanya untuk konfirmasi kehamilan, sementara USG lanjutan bisa memberikan informasi lebih detail tentang perkembangan janin.

USG Trimester Pertama: Bukan Sekadar Ulangan

Dr. Ngo Trung Nam, seorang dokter spesialis, menjelaskan bahwa USG ulang di trimester pertama memiliki perbedaan tujuan. Jika USG awal fokus pada konfirmasi, USG lanjutan disebut juga pemindaian morfologi awal. Pada tahap ini, dokter akan memeriksa secara sistematis struktur tubuh janin yang sudah terbentuk, seperti kepala, lengan, kaki, dan organ dalam.

Trimester pertama menjelang trimester kedua sering disebut 'masa keemasan' untuk mendeteksi tanda peringatan dini. Dengan deteksi awal, penanganan dan rencana tindak lanjut bisa dilakukan lebih optimal.

Jenis USG Lanjutan: NT Scan

Salah satu pemeriksaan USG lanjutan yang direkomendasikan adalah Nuchal Translucency (NT) Scan. Skrining ini dilakukan antara minggu ke-11 hingga ke-13 kehamilan, idealnya pada minggu ke-11 atau 12.

NT Scan bertujuan mengukur ketebalan cairan di belakang leher janin. Pengukuran ini membantu mendeteksi risiko kelainan kromosom, seperti sindrom Down. Prosedurnya non-invasif, artinya tidak menimbulkan risiko fisik bagi ibu atau bayi.

Pemeriksaan bisa dilakukan secara transvaginal atau abdominal, tergantung posisi janin dan kondisi ibu. Bila secara abdominal, Bunda akan merasakan gel dingin di perut dan sedikit tekanan. Sementara secara transvaginal, mungkin ada tekanan ringan di area panggul, namun umumnya tidak menyakitkan.

Siapa yang Perlu Melakukan NT Scan?

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar skrining genetik prenatal, termasuk NT Scan, ditawarkan kepada semua ibu hamil tanpa memandang usia. Artinya, setiap ibu hamil berhak menjalani pemeriksaan ini.

Terlebih bagi mereka yang menjalani program bayi tabung atau memiliki riwayat kelainan genetik, skrining ini sangat dianjurkan. Namun, penting diingat bahwa NT Scan bukanlah tes diagnostik. Hasilnya hanya memberikan perkiraan risiko, bukan kepastian. Untuk konfirmasi, dokter mungkin menyarankan tes lanjutan seperti NIPT atau amniosentesis.

Akurasi NT Scan dalam mendeteksi sindrom Down sekitar 70 persen. Bila dikombinasikan dengan tes darah NIPT, akurasinya bisa meningkat hingga 95 persen.

Kesimpulan

USG ulang di trimester pertama bukanlah sekadar formalitas, melainkan langkah penting untuk memantau perkembangan janin secara lebih mendalam. NT Scan adalah salah satu skrining yang sangat direkomendasikan. Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mengetahui jadwal dan jenis USG yang tepat sesuai kondisi Bunda.

Dengan pemeriksaan yang lengkap, Bunda bisa menjalani kehamilan dengan lebih tenang dan siap menyambut si kecil. Jangan ragu untuk bertanya pada dokter jika ada hal yang kurang jelas, ya.