Bagi ibu hamil yang masih aktif bekerja, menjaga kesehatan menjadi prioritas utama. Namun, tanpa disadari, aktivitas sehari-hari di kantor bisa memengaruhi kondisi kehamilan. Penelitian terbaru dari Denmark menemukan bahwa beberapa kebiasaan fisik saat bekerja dapat berkontribusi pada risiko keguguran, terutama di trimester awal.

Penelitian Besar tentang Aktivitas Kerja dan Keguguran

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Occupational & Environmental Medicine ini melibatkan lebih dari 800.000 kehamilan di Denmark selama 14 tahun. Para peneliti menggunakan metode khusus untuk menilai dampak aktivitas fisik seperti berdiri, berjalan, dan membungkuk terhadap risiko keguguran.

Hasilnya, sekitar 1 dari 10 kehamilan berakhir dengan keguguran. Dari analisis tersebut, tiga aktivitas utama dikaitkan dengan peningkatan risiko, meskipun tingkat risikonya berbeda-beda.

3 Kebiasaan di Kantor yang Perlu Diwaspadai

  • Membungkuk ke depan – Aktivitas ini memberikan risiko tertinggi. Setiap tambahan satu jam membungkuk meningkatkan risiko keguguran hingga 36%. Meski jarang dilakukan dalam durasi panjang, efeknya cukup signifikan.
  • Berjalan terus-menerus – Berjalan selama jam kerja juga meningkatkan risiko, yaitu sekitar 18% per jam tambahan. Ini sering terjadi pada pekerja yang mobile, seperti kurir atau staf lapangan.
  • Berdiri dalam waktu lama – Berdiri terlalu lama memberikan peningkatan risiko yang lebih kecil, yaitu 3% per jam. Namun, jika dikombinasikan dengan aktivitas lain, efeknya bisa bertambah.

Para peneliti menduga bahwa aktivitas ini dapat memengaruhi aliran darah ke plasenta atau mengganggu regulasi hormon yang penting untuk mempertahankan kehamilan. Namun, mereka menekankan bahwa mekanisme pastinya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Jangan Langsung Panik, Ini Penjelasan Ahli

Meski temuan ini terdengar mengkhawatirkan, para ahli mengingatkan bahwa penelitian ini bersifat observasional dan belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Profesor Asma Khalil dari City St George's, University of London, menegaskan bahwa hasil studi ini berkaitan dengan pola pekerjaan, bukan gerakan sehari-hari.

“Studi ini tidak menunjukkan bahwa aktivitas ringan seperti berjalan santai atau membungkuk sesekali berbahaya. Yang dimaksud adalah paparan berulang dan berkepanjangan di lingkungan kerja,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa temuan ini perlu dikonfirmasi pada populasi lain sebelum dijadikan pedoman resmi.

Selain itu, keguguran dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti usia ibu, kebiasaan merokok, kerja shift malam, paparan polusi, dan kondisi kesehatan lainnya. Jadi, jangan langsung menyalahkan aktivitas kantor sebagai penyebab tunggal.

Apa yang Bisa Dilakukan Ibu Hamil?

Jika pekerjaan Anda menuntut banyak berdiri, berjalan, atau membungkuk, tidak perlu khawatir berlebihan. Yang terpenting adalah mendengarkan tubuh dan berkonsultasi dengan dokter kandungan. Beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Atur jadwal istirahat secara teratur untuk duduk dan meregangkan kaki.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan mendukung postur tubuh.
  • Hindari membungkuk dengan posisi yang salah; coba jongkok atau gunakan alat bantu jika perlu.
  • Diskusikan dengan atasan atau HRD mengenai kemungkinan penyesuaian tugas sementara.

Pada akhirnya, setiap kehamilan itu unik. Apa yang aman bagi satu ibu hamil belum tentu sama untuk yang lain. Konsultasi rutin dengan dokter adalah kunci untuk memastikan Anda dan calon bayi tetap sehat selama bekerja.