Pernah dengar buah menteng? Buah kecil berwarna kecokelatan dengan rasa asam manis ini dulu sangat akrab di kehidupan masyarakat Indonesia. Namun seiring waktu, keberadaannya mulai jarang terlihat. Kini, berkat komunitas tanaman dan kesadaran akan pentingnya melestarikan buah lokal, pohon menteng kembali naik daun. Banyak ibu rumah tangga hingga penghobi tanaman mulai membudidayakannya di pekarangan rumah.

Mengenal Lebih Dekat Pohon Menteng

Pohon menteng punya nama ilmiah Baccaurea racemosa. Tanaman ini termasuk keluarga buah tropis yang bisa tumbuh subur di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di berbagai daerah, ia punya julukan unik seperti kepundung, rambai, atau rambe. Perbedaan nama ini menunjukkan betapa akrabnya buah ini dengan masyarakat kita sejak dulu.

Di alam liar, pohon menteng biasa tumbuh di hutan tropis yang lembap dengan curah hujan merata. Kamu bisa menemukannya di pedesaan, kebun campuran, atau pinggir hutan. Kini, pohon ini mulai banyak dibudidayakan di pekarangan rumah dan kebun keluarga.

Ciri Khas Pohon dan Buah Menteng

Pohon menteng bisa tumbuh setinggi 15–25 meter dengan batang kayu yang kokoh. Tajuknya rimbun karena daunnya yang lebat dan berwarna hijau segar. Bunganya muncul bergerombol di batang atau cabang, lalu berubah menjadi buah yang juga bergerombol dalam satu tangkai.

Buah menteng berbentuk bulat kecil dengan kulit yang berubah warna saat matang. Rasanya asam hingga asam manis, tergantung tingkat kematangannya. Di dalamnya terdapat beberapa biji. Buah ini bisa langsung dimakan, diolah jadi sirup, asinan, atau bahkan difermentasi untuk dijadikan minuman tradisional.

Kenapa Pohon Menteng Kembali Dilirik?

Pertama, karena buahnya yang lezat dan bisa dimanfaatkan untuk berbagai olahan. Kedua, banyak komunitas tanaman yang gencar memperkenalkan kembali buah-buahan lokal yang mulai langka. Ketiga, menanam menteng di rumah bisa jadi langkah nyata untuk melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia. Selain itu, pohon ini juga memberikan keteduhan dan keindahan tersendiri di pekarangan.

Tak hanya buahnya, beberapa bagian pohon seperti daun dan kulit batang juga dimanfaatkan secara tradisional untuk pengobatan. Ini menambah nilai lebih bagi tanaman yang satu ini.

Cara Menanam dan Merawat Pohon Menteng di Rumah

Pohon menteng cukup mudah beradaptasi. Ia menyukai lingkungan tropis dengan sinar matahari yang cukup. Suhu idealnya antara 21–28 derajat Celsius, tapi masih bisa tumbuh pada suhu 14–34 derajat Celsius. Tanaman ini juga menyukai curah hujan yang memadai dan bisa tumbuh di berbagai jenis tanah, seperti tanah berpasir, aluvial, atau lempung. Yang penting, drainasenya baik agar akar tidak tergenang air.

Untuk menanamnya, pilih bibit yang sehat. Siapkan lubang tanam yang lebih besar dari ukuran akar bibit, campur tanah dengan pupuk organik, lalu tanam bibit secara tegak. Siram setelah ditanam, dan beri jarak yang cukup antar pohon agar pertumbuhannya optimal.

Perawatan rutin meliputi penyiraman teratur, pembersihan area sekitar batang dari rumput liar, pemangkasan cabang kering, dan pemberian pupuk sesuai kebutuhan. Dengan perawatan yang tepat, pohon menteng bisa tumbuh subur dan berbuah lebat dalam beberapa tahun.

Menanam pohon menteng di rumah bukan hanya memberikan kebanggaan karena memiliki buah langka, tapi juga kontribusi nyata dalam melestarikan warisan buah nusantara. Jadi, tertarik untuk mencoba?