Bagi para pekerja kantoran yang juga punya mimpi di bidang lain, kisah Perunggu mungkin terasa dekat. Band yang digawangi Maul, Ildo, dan Adam ini baru saja mengumumkan bahwa mereka resmi meninggalkan pekerjaan tetap untuk fokus penuh pada musik. Keputusan ini bukanlah hal yang tiba-tiba, melainkan hasil dari enam tahun penuh pertimbangan.

Keputusan yang Harus Bulat

Menurut Maul, salah satu personel, keputusan resign harus diambil bersama-sama. Mereka sadar bahwa Perunggu dibangun sebagai tim, jadi setiap langkah besar harus disetujui semua anggota. Tidak mungkin salah satu dari mereka meninggalkan pekerjaan sementara yang lain masih bertahan. Prinsip inilah yang membuat mereka menunggu hingga seluruh anggota merasa siap secara mental dan finansial.

Keluarga Tetap Prioritas

Ildo mengungkapkan bahwa sejak awal mereka memiliki urutan prioritas yang jelas: keluarga nomor satu, pekerjaan kantor nomor dua, dan musik nomor tiga. Namun, seiring popularitas Perunggu yang meningkat, jadwal manggung dan rekaman mulai menyita waktu yang seharusnya untuk keluarga. Akhirnya, mereka memilih melepaskan pekerjaan kantor agar bisa tetap hadir untuk orang-orang tercinta. "Keluarga tetap nomor satu. Kalau harus memilih, ya pekerjaan yang kami lepas," tegas Ildo.

Proses Panjang Penuh Perenungan

Keputusan ini tidak diambil dengan gegabah. Butuh waktu enam tahun sejak mereka memulai karier musik pada 2019 hingga akhirnya berani resign pada 2025. Selama itu, mereka berdiskusi berkali-kali, mempertimbangkan risiko, dan yang terpenting, mendapatkan restu dari keluarga masing-masing. "Ini bukan keputusan yang singkat. Dengan restu dan pertimbangan matang, kami akhirnya yakin," pungkas Ildo.

Kisah Perunggu menjadi pengingat bahwa mengejar mimpi bukanlah hal yang mustahil, asalkan ada kesiapan, komitmen, dan dukungan dari orang-orang terdekat. Bagi para wanita karier yang mungkin sedang bergulat dengan pilihan serupa, semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi untuk berani melangkah.