Para Bunda, persiapan kehamilan bukan hanya soal kesiapan mental dan finansial, tetapi juga kesehatan fisik, terutama jantung. Sebuah penelitian yang diterbitkan di JAMA Network Open mengungkapkan bahwa kesehatan kardiovaskular ibu sebelum hamil berperan besar dalam tumbuh kembang anak di kemudian hari.

Hubungan Kesehatan Jantung Ibu dan Perkembangan Anak

Studi yang melibatkan lebih dari 8.000 ibu ini menilai kesehatan jantung berdasarkan pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, kualitas tidur, indeks massa tubuh, kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah. Para ibu kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori: kesehatan jantung tinggi, sedang, dan rendah.

Hasilnya mengejutkan: hanya 8,8 persen ibu dengan kesehatan jantung baik yang memiliki anak dengan keterlambatan perkembangan di usia 4 tahun. Sementara itu, angka ini hampir dua kali lipat (16,8 persen) pada ibu dengan kesehatan jantung buruk. Artinya, risiko keterlambatan perkembangan anak meningkat hingga 62 persen jika ibu memiliki masalah jantung sebelum hamil.

Keterlambatan yang diamati meliputi aspek komunikasi, motorik kasar, motorik halus, kemampuan pemecahan masalah, dan keterampilan sosial. Dr. Evelina Grayver, direktur kesehatan jantung perempuan di Northwell Health, menjelaskan bahwa kesehatan jantung ibu memengaruhi aliran darah ke plasenta, yang bertugas menyalurkan oksigen dan nutrisi ke janin. Jika aliran ini terganggu, perkembangan otak dan perilaku anak bisa terhambat.

Dampak pada Kehamilan dan Persalinan

Kesehatan jantung yang buruk juga meningkatkan risiko komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, hipertensi gestasional, dan kelahiran prematur. Hal ini bisa membuat janin tidak memiliki cukup waktu untuk berkembang secara optimal. Bahkan, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa anak-anak usia 10-14 tahun yang lahir dari ibu dengan masalah jantung masih menunjukkan dampak serupa.

Tips Menjaga Kesehatan Jantung Sebelum Hamil

Kabar baiknya, menurut Dr. Grayver, 80 persen penyakit kardiovaskular bisa dicegah. Berikut tiga langkah sederhana yang bisa Bunda lakukan:

  • Perhatikan pola makan: Konsumsi makanan sehat ala Mediterania seperti ikan, daging tanpa lemak, sayuran, buah-buahan, dan minyak zaitun. Kurangi daging merah dan makanan olahan.
  • Aktivitas fisik rutin: Lakukan olahraga setidaknya 30 menit sehari, lima hari dalam seminggu. Jalan kaki, berenang, atau yoga bisa menjadi pilihan.
  • Cukup tidur dan istirahat: Pastikan Bunda tidur 7-8 jam setiap malam untuk memulihkan tubuh dan menjaga kesehatan jantung.

Dengan mempersiapkan kesehatan jantung sejak dini, Bunda tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga memberikan awal yang terbaik bagi si kecil. Jadi, jangan tunda lagi untuk mulai hidup sehat, ya!