Kabar membanggakan datang dari dunia perbankan Tanah Air. Destry Damayanti resmi menjadi Gubernur Bank Indonesia perempuan pertama sepanjang sejarah. Pencapaian ini sekaligus menempatkan Indonesia dalam daftar negara dengan pemimpin bank sentral wanita.

Penetapan Destry dilakukan dalam rapat Komisi XI DPR pada Kamis (27/8/2026). Sebelumnya, ia sempat menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI menggantikan posisi yang ditinggalkan Perry. Kini, ia dipercaya memimpin bank sentral secara definitif, sebuah langkah bersejarah sejak BI berdiri pada 1953.

Siapa sebenarnya Destry Damayanti? Perempuan kelahiran Jakarta tahun 1963 ini menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia dan melanjutkan studi Master of Science di Cornell University, New York. Kariernya dimulai dari dunia riset, termasuk menjadi asisten peneliti di Harvard Institute for International Development dan peneliti di Fakultas Ekonomi UI. Ia juga sempat bekerja di Badan Analisa Keuangan dan Moneter Kementerian Keuangan.

Perjalanan kariernya kemudian melebar ke pasar keuangan. Destry pernah menjadi ekonom di Citibank Indonesia, penasihat ekonomi senior untuk Duta Besar Inggris di Indonesia, kepala ekonom Mandiri Sekuritas, hingga kepala ekonom Bank Mandiri. Pengalamannya yang luas membuatnya dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN dan menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan periode 2015-2019. Pada 2015, Presiden Joko Widodo juga menunjuknya sebagai ketua panitia seleksi calon pimpinan KPK.

Kiprah Destry di Bank Indonesia dimulai saat ia terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior pada 2019 dan kembali dipercaya untuk periode kedua pada 2024. Kini, ia memegang tampuk kepemimpinan tertinggi, sebuah pencapaian yang menginspirasi banyak perempuan Indonesia.

Makin Banyak Perempuan di Pucuk Bank Sentral Dunia

Pencapaian Destry tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga menambah daftar panjang perempuan pemimpin bank sentral di dunia. Hingga saat ini, sudah ada 27 perempuan yang memimpin bank sentral, lembaga supranasional, dan otoritas moneter di berbagai negara. Angka ini menunjukkan bahwa semakin banyak negara yang mempercayakan posisi penting ini kepada perempuan.

Beberapa nama yang sudah lebih dulu mencatatkan sejarah antara lain Christine Lagarde yang memimpin Bank Sentral Eropa, Janet Yellen yang pernah menjabat Ketua Federal Reserve AS, dan Ngozi Okonjo-Iweala yang saat ini memimpin WTO (meski bukan bank sentral, ia juga tokoh perempuan di panggung global). Di Asia, ada Rania Al-Mashat dari Mesir dan beberapa nama lain yang turut mengukir prestasi.

Dengan hadirnya Destry, Indonesia resmi menjadi bagian dari negara-negara yang dipimpin oleh perempuan di sektor moneter. Ini menjadi sinyal positif bagi kesetaraan gender di Indonesia, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan.

Semoga kepemimpinan Destry membawa angin segar bagi perekonomian Indonesia dan menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berani mengambil peran penting di masa depan.