Menjadi orang tua adalah perjalanan penuh cinta, tapi juga tantangan. Salah satu tantangan terbesar yang mungkin dihadapi adalah mendampingi anak melewati kehilangan orang tua. Sebuah studi dari Curtin University, Australia, baru-baru ini menguak fakta penting: anak-anak yang kehilangan orang tua memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk mengalami gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, atau ADHD.

Angka yang Perlu Bunda Ketahui

Penelitian yang melibatkan lebih dari 6.300 rumah tangga di Australia ini menunjukkan hasil yang cukup mencengangkan. Sekitar 21,4 persen anak yang kehilangan orang tua dilaporkan mengalami gangguan mental, sementara pada anak yang masih memiliki kedua orang tua, angkanya hanya 10,8 persen. Artinya, risiko ini hampir dua kali lipat, Bunda.

Profesor Lauren Breen dari Sekolah Kesehatan Populasi Curtin menjelaskan, "Kehilangan orang tua lebih umum terjadi dan memiliki dampak yang jelas serta terukur pada kesehatan mental anak-anak." Beliau menambahkan, "Anak-anak yang orang tuanya meninggal memiliki tingkat gangguan mental tertinggi dibandingkan kelompok lain, yaitu 28,8 persen. Terutama bagi anak-anak yang lebih kecil, dampaknya bisa sangat parah."

Berbagai Jenis Kehilangan, Berbagai Risiko

Studi ini juga mengamati berbagai bentuk kehilangan orang tua. Berikut rinciannya:

  • Anak yang orang tuanya meninggal dunia: 28,8 persen berisiko alami gangguan mental, dibandingkan 13,7 persen pada anak yang tidak mengalaminya.
  • Anak yang orang tuanya terlibat dalam pengasuhan: 21,9 persen berisiko, dibandingkan 13,9 persen pada anak tanpa pengasuhan orang tua.
  • Anak yang orang tuanya bercerai: 20,2 persen berisiko, dibandingkan 11,9 persen pada anak dengan orang tua utuh.
  • Anak yang tidak tinggal bersama kedua orang tua kandung: 21,3 persen berisiko, dibandingkan 10,8 persen pada anak yang tinggal dengan kedua orang tua.

Data ini menunjukkan bahwa apa pun bentuk kehilangannya, dampaknya nyata bagi kesehatan mental anak.

Dukungan yang Tepat Sangat Penting

Kabar baiknya, tidak semua anak yang kehilangan orang tua akan mengalami gangguan mental. Banyak yang tumbuh sehat, bahagia, dan produktif. Namun, dukungan yang tepat sangatlah krusial. Shelley Skinner, CEO Lionheart Camp for Kids, sebuah lembaga yang mendukung anak-anak berduka, mengatakan, "Dunia luar bisa terasa makin rumit bagi anak atau remaja yang baru belajar memahaminya. Ketika masalah dari luar memengaruhi kondisi mereka, anak menjadi lebih rentan mengalami kecemasan, perilaku berisiko, serta gangguan mental dan fisik."

Sayangnya, banyak keluarga yang kesulitan mengakses dukungan tersebut. Profesor Breen menyoroti, "Anak-anak yang berduka beserta keluarganya sering menghadapi hambatan seperti daftar tunggu yang panjang, biaya yang mahal, dan tidak tahu cara mencari bantuan." Beliau menekankan pentingnya memastikan layanan kesehatan mental mudah diakses dan didukung penanganan yang tepat.

Langkah yang Bisa Bunda Lakukan

Jika Bunda atau keluarga terdekat sedang mengalami situasi ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Beri anak ruang untuk berduka dan ungkapkan perasaannya.
  • Jaga komunikasi terbuka dan penuh empati.
  • Cari bantuan profesional seperti psikolog atau konselor anak.
  • Libatkan anak dalam kegiatan positif yang bisa mengalihkan pikiran.
  • Jangan ragu untuk bergabung dengan komunitas dukungan.

Kehilangan orang tua memang berat, tapi dengan dukungan yang tepat, anak-anak tetap bisa menjalani kehidupan yang baik. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.