Menjadi ibu memang sering diidentikkan dengan peran tanpa henti. Dari mengurus rumah, menemani anak belajar, sampai menuntaskan pekerjaan, semuanya seolah menuntut perhatian penuh. Namun, tahukah Anda bahwa terus bergerak tanpa jeda justru bisa menguras energi dan menurunkan kualitas kebersamaan dengan keluarga?

Mengapa Ibu Perlu Waktu untuk Diri Sendiri?

Mengambil jeda bukan berarti malas atau mengabaikan tanggung jawab. Justru, dengan mengisi ulang tenaga, ibu bisa menjalani rutinitas dengan semangat baru dan pikiran yang lebih jernih. Waktu untuk diri sendiri juga membuka ruang untuk kembali terhubung dengan hobi, minat, atau sekadar menikmati ketenangan.

Psikolog Adhe Vrilia menuturkan bahwa momen bermakna bersama keluarga tidak harus selalu berupa acara besar. Rutinitas kecil yang konsisten, seperti sarapan bersama sambil bertanya perasaan anak, atau mengobrol singkat dengan pasangan, mampu membangun kedekatan emosional yang kuat.

"Ketika kita membangun aktivitas positif, akan tercipta kelekatan emosional antar anggota keluarga. Inilah yang disebut koneksi interpersonal," ujarnya dalam sebuah talkshow.

Belajar dari Pengalaman Gusti Kanjeng Ratu Bendara

Tokoh publik Gusti Kanjeng Ratu Bendara berbagi pengalamannya menyeimbangkan peran sebagai ibu, istri, dan pekerja. Ia dan suami sepakat menyediakan waktu khusus one-on-one dengan masing-masing anak. Caranya bisa dengan mengajak jalan anak perempuan, sementara sang suami mengajak anak laki-laki, lalu bertukar peran di lain kesempatan.

Menurut Gusti Bendara, durasi bukanlah hal utama. Yang terpenting adalah kehadiran penuh tanpa distraksi. "Apakah momen itu satu jam atau 15 menit, yang penting benar-benar fokus ngobrol dengan anak. Suami juga punya momen one-on-one, itu penting," tuturnya.

Ia juga menyadari bahwa kebutuhan anak akan perhatian berubah seiring usia. Karena itu, ia terus menyesuaikan diri dengan kondisi keluarga. "Saya masih work in progress. Setiap tahap perjalanan anak menuntut atensi berbeda, jadi selalu ada penyesuaian," jelasnya.

Kenali Sinyal Tubuh Anda

Selain mengatur waktu untuk keluarga, Gusti Bendara menekankan pentingnya mengenali kondisi diri. Ia pernah mengalami sakit berat setiap tiga bulan karena kelelahan. Kini, ia belajar untuk benar-benar berhenti sejenak ketika tubuh memberi tanda.

  • Evaluasi jadwal dan beban aktivitas secara berkala.
  • Luangkan satu hari penuh untuk beristirahat tanpa gangguan pekerjaan.
  • Dengarkan sinyal tubuh, seperti mudah lelah atau sering sakit.
  • Sesuaikan prioritas harian dengan kondisi fisik dan emosional.

Keseimbangan antara keluarga, pekerjaan, dan kebutuhan pribadi memang tidak bisa disamakan untuk setiap ibu. Prioritas pun bisa berubah dari hari ke hari. Yang terpenting, jangan ragu mengambil jeda. Sebab, ibu yang bahagia dan segar akan lebih mudah menciptakan momen bermakna bagi seluruh keluarga.