Kehamilan membawa banyak perubahan, termasuk cara hidung menangkap aroma. Parfum yang dulu wangi semerbak, kini bisa terasa menyengat atau bahkan memicu mual. Ahli endokrinologi reproduksi, Anate Brauer, MD, menjelaskan bahwa perubahan ini erat kaitannya dengan lonjakan hormon yang terjadi selama kehamilan.
Penyebab Indra Penciuman Lebih Sensitif
Sensitivitas penciuman yang meningkat biasanya muncul di trimester pertama. Saat itu, tubuh sedang 'siaga tinggi' untuk melindungi Bunda dan si kecil. Beberapa hormon berikut berperan besar dalam perubahan ini:
- Hormon hCG: Hormon yang terdeteksi saat tes kehamilan ini mencapai puncak di usia kehamilan 8-11 minggu. hCG memiliki reseptor di sistem saraf pusat yang bisa meningkatkan rasa mual dan memicu keengganan terhadap aroma tertentu.
- Hormon Estrogen: Estrogen juga memengaruhi penciuman karena reseptornya ada di dalam hidung. Saat kadarnya melonjak, aroma bisa tercium lebih kuat, kadang menyenangkan, kadang malah bikin mual.
- Hormon Progesteron: Meski tidak sekuat dua hormon sebelumnya, progesteron juga berkontribusi pada perubahan penciuman melalui pengaruhnya pada sistem saraf pusat dan pemrosesan sensorik.
Tips Menghadapi Perubahan Aroma
Kalau parfum favorit Bunda sekarang terasa mengganggu, coba ganti dengan wewangian yang lebih ringan atau alami, seperti essential oil yang tidak terlalu tajam. Bisa juga beralih ke produk tanpa pewangi untuk sementara. Ingat, kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik setelah trimester pertama atau setelah melahirkan.