Bernadya kembali menyapa para penggemar dengan album studio kedua yang bertajuk 'Semoga Hanya di Mimpi'. Album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah refleksi jujur atas kegelisahan yang selama ini ia simpan rapat-rapat.
Inspirasi dari Kekhawatiran Pribadi
Judul album ini diambil dari sepenggal lirik di lagu pembuka. Menurut Bernadya, kalimat tersebut paling mewakili benang merah dari seluruh lagu. Ia mengaku bahwa setiap trek berisi ketakutan yang ia harap hanya terjadi dalam mimpi.
Pelantun 'Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan' ini mengaku sering dilanda cemas saat hidup terasa terlalu tenang. Ketenangan justru memunculkan bayangan buruk yang membuatnya takut.
Harapan di Balik Lirik
Inspirasi utama album ini datang dari perasaan cemas tersebut. Bernadya berharap semua ketakutan yang ia tulis hanya menjadi bunga tidur dan tidak pernah terjadi di dunia nyata. Ia bahkan berujar, 'Semoga hanya di mimpi ketakutanku.'
Babak Baru dalam Bermusik
Album ini menjadi penanda babak baru dalam perjalanan musik Bernadya. Lewat 10 lagu, ia tampil lebih jujur dan berani mengekspos sisi rapuh yang jarang terlihat. Setiap lagu berangkat dari hal-hal yang ia takuti, lalu dirangkai menjadi sebuah cerita utuh.
Bernadya berharap para pendengar bisa ikut menyelami dunia emosional yang ia bangun dan menemukan ruang untuk memahami ketakutan mereka sendiri. Ia ingin album ini menjadi teman bagi siapa pun yang sedang bergulat dengan rasa cemas.