Setiap keluarga pasti mendambakan suasana hangat dan saling mendukung. Ternyata, kuncinya tidak hanya ada di dalam rumah, tetapi juga bagaimana kita menjalin hubungan dengan lingkungan sekitar. Inspirasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari perjalanan sebuah brand kopi favorit banyak orang, TUKU.
Lebih dari Sekadar Bisnis, Ini tentang Keluarga
TUKU memulai langkahnya dari satu gerai kecil di Cipete Raya pada tahun 2015. Kini, mereka telah hadir di 80 toko di 11 kota, bahkan hingga Amsterdam. Namun, yang membuat mereka istimewa adalah cara mereka memaknai pertumbuhan. Bagi TUKU, berkembang bukan hanya soal jumlah gerai, melainkan kemampuan untuk tetap membumi dan menjaga kedekatan dengan para 'tetangga'—sebutan akrab mereka untuk pelanggan dan mitra.
Bayangkan, setiap hari lebih dari 85.000 cangkir kopi dinikmati. Di baliknya, ada 1.096 barista, cook, dan crew yang bekerja dengan hati. Ini mengingatkan kita bahwa dalam keluarga pun, setiap anggota punya peran penting untuk menciptakan kehangatan.
Menghadapi Tantangan Bersama-sama
Tidak ada perjalanan yang mulus. TUKU pun menghadapi berbagai ujian, seperti bencana alam di Aceh Tengah yang merusak perkebunan kopi, fluktuasi harga, hingga perubahan iklim. Namun, mereka tetap bertahan dan bahkan mencatatkan pertumbuhan positif. Pendapatan naik 44 persen, laba bersih meningkat 8 persen. Ini membuktikan bahwa dengan kebersamaan dan kolaborasi, tantangan bisa diatasi.
Dalam rumah tangga, hal serupa berlaku. Saat suami atau istri menghadapi masalah di pekerjaan, dukungan pasangan dan keluarga menjadi kekuatan. Saling hadir dan peduli adalah fondasi yang kokoh.
Belajar Peduli Lingkungan dan Sesama
TUKU juga mengajarkan pentingnya keberlanjutan. Mereka menanam lebih dari 13.000 pohon MPTS di Garut dan Kapuas Hulu, mengelola 1.124 ton sampah, serta memberdayakan 40 perempuan pengrajin UMKM untuk mengolah limbah kemasan menjadi tas. Program ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru.
Sebagai ibu rumah tangga, Mama bisa meniru semangat ini. Misalnya, dengan mengajak tetangga untuk daur ulang sampah rumah tangga atau membuat kerajinan bersama. Kegiatan seperti ini mempererat tali silaturahmi dan mengajarkan anak-anak tentang kepedulian.
Merayakan Kebersamaan
Puncak perayaan 11 tahun TUKU adalah acara Kumpul Tetangga yang melibatkan 11 tokoh dari ekosistem mereka: petani, barista, mitra UMKM, dan lainnya. CEO TUKU, Andanu Prasetyo, mengatakan bahwa semua yang mereka lakukan adalah bentuk syukur dan terima kasih. Ia menekankan bahwa TUKU bukan hanya soal kopi, tetapi tentang berbagi cerita, hari, dan hidup.
Pesan ini sangat relevan bagi keluarga. Saat kita merayakan ulang tahun pernikahan atau momen spesial lainnya, libatkan tetangga dan komunitas. Undang mereka untuk berbagi kebahagiaan. Dengan begitu, kita tidak hanya memperkuat ikatan keluarga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang harmonis.
Inspirasi untuk Keluarga Indonesia
Semangat 'Sewelas Asih' dari TUKU mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati lahir dari hubungan yang tulus dengan sesama. Dalam kehidupan berkeluarga, mari kita rawat kedekatan dengan tetangga, saling membantu, dan peduli lingkungan. Karena pada akhirnya, keluarga yang harmonis adalah yang mampu berbagi cinta dan kebaikan dengan dunia di sekitarnya.