Bunda, siapa sih yang tidak pernah merasakan mual di awal kehamilan? Sekitar 70-80 persen ibu hamil mengalaminya. Tapi, ada kondisi yang jauh lebih berat dari morning sickness biasa, namanya hiperemesis gravidarum (HG). Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa berdampak serius pada kesehatan ibu dan janin.

Apa Itu Hiperemesis Gravidarum?

Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang sangat parah selama kehamilan. Berbeda dengan morning sickness yang biasanya membaik setelah trimester pertama, HG bisa berlangsung lebih lama dan membuat ibu hamil kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari. Bahkan, banyak yang harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan cairan infus dan obat anti-muntah.

Menurut data, HG terjadi pada sekitar 3 persen kehamilan. Diagnosis ditegakkan jika ibu hamil kehilangan lebih dari 5 persen berat badan awalnya, disertai dehidrasi dan ketosis urine. Kondisi ini sangat mengganggu asupan nutrisi penting seperti asam folat yang dibutuhkan untuk perkembangan janin.

Studi Ungkap Risiko di Balik Hiperemesis Gravidarum

Sebuah penelitian besar dari Stanford Medicine yang menganalisis 2,5 juta kelahiran di California menemukan bahwa ibu hamil dengan HG memiliki risiko lebih tinggi mengalami beberapa komplikasi serius. Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology ini merupakan studi populasi pertama di AS yang fokus pada bahaya mual dan muntah parah saat hamil.

Penulis utama studi, Rebecca Gardner, menjelaskan bahwa HG bukan sekadar mual biasa. Kondisi ini cukup parah hingga menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan signifikan. Tim peneliti membandingkan kehamilan dengan HG yang memerlukan rawat inap dan yang tidak, lalu menemukan peningkatan risiko untuk:

  • Kelahiran prematur
  • Anemia
  • Bayi dengan berat lahir rendah atau kecil untuk usia kehamilan
  • Preeklampsia
  • Hipertensi gestasional
  • Solusio plasenta (plasenta terlepas sebelum waktunya)

Gardner menegaskan, rawat inap karena HG menandakan bahwa kehamilan tersebut berisiko tinggi terhadap berbagai komplikasi serius.

Mengapa HG Bisa Memicu Komplikasi?

Para peneliti menduga bahwa penyebab utamanya adalah gangguan pemenuhan nutrisi. Ibu dengan HG sering muntah berulang kali sehingga sulit mempertahankan asupan makanan dan cairan. Akibatnya, tubuh kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan plasenta dan janin.

Kekurangan nutrisi ini diduga mengganggu perkembangan plasenta, yang kemudian memicu risiko preeklampsia dan gangguan pertumbuhan janin. Selain itu, sekitar seperempat pasien HG kehilangan lebih dari 15 persen berat badan sebelum hamil, padahal seharusnya berat badan bertambah selama kehamilan.

Kapan Harus ke Dokter?

Bunda, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala berikut:

  • Muntah terus-menerus dan tidak bisa berhenti
  • Tidak mampu makan atau minum dalam jumlah cukup
  • Penurunan berat badan yang signifikan
  • Merasa sangat lemas atau pusing
  • Tanda-tanda dehidrasi seperti urine berwarna gelap dan jarang buang air kecil

Penanganan dini sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin, serta mengurangi risiko komplikasi. Meskipun sering dianggap normal, HG bukanlah kondisi yang boleh diabaikan. Jika gejalanya berat hingga mengganggu asupan nutrisi dan aktivitas sehari-hari, segera dapatkan evaluasi dan perawatan medis yang tepat.

Ingat, Bunda, kesehatan Bunda dan si kecil adalah prioritas utama. Jangan sungkan untuk meminta bantuan ya!

Reporter: Maya Handayani