Kita semua setuju, menjadi ibu adalah anugerah. Tapi, pernah nggak sih Bunda merasa lelah secara emosional, meski anak-anak sudah memberikan senyum paling manis? Ternyata, perasaan ini bukan cuma dialami Bunda di Indonesia. Sebuah laporan global mengungkap fakta mengejutkan: orang tua di Amerika Serikat termasuk yang paling tidak bahagia dibandingkan dengan orang dewasa tanpa anak dan orang tua di negara maju lainnya.

Laporan World Happiness Report 2025 yang bekerja sama dengan Gallup dan PBB ini mengundang perhatian banyak psikolog. Mereka sepakat, penyebabnya bukan karena kurangnya cinta pada anak, melainkan tekanan sistemik yang melilit para orang tua. Yuk, kita bedah apa saja yang membuat mereka 'stres tingkat dewa'.

Biaya Anak Selangit: Dompet Menangis, Hati Teriris

Faktor utama yang bikin orang tua di AS tidak bahagia adalah biaya. Mulai dari daycare, kesehatan, hingga biaya pendidikan, semuanya mahal dan terus meningkat. Banyak orang tua yang harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil tetap menyisihkan dana darurat. Tekanan finansial ini sudah terbukti secara ilmiah bisa memicu stres kronis dan kecemasan. Saat setiap keputusan pengasuhan dikaitkan dengan uang, momen bahagia bersama anak jadi terbayang-bayang.

Standar 'Orang Tua Sempurna' yang Melelahkan

Media sosial seringkali menampilkan potret keluarga yang serba ideal: anak selalu ceria, rumah rapi, dan orang tua selalu sabar. Kenyataannya, tuntutan untuk menjadi 'orang tua sempurna' sangat menguras energi. Psikolog menyebut fenomena ini sebagai intensive parenting, di mana Bunda dan Ayah merasa harus mengoptimalkan setiap aspek perkembangan anak. Akibatnya, perasaan bersalah dan tidak pernah cukup sering menghantui. Padahal, nggak ada yang sempurna, Bunda.

Work-Life Balance: Antara Kantor dan Rumah

Di Amerika Serikat, cuti orang tua berbayar tidak dijamin secara nasional. Banyak orang tua yang harus kembali bekerja beberapa minggu setelah melahirkan. Belum lagi tugas rumah tangga, jadwal sekolah anak, dan kegiatan ekstrakurikuler. Siklus ini membuat waktu istirahat sangat minim, meningkatkan risiko kelelahan kerja (burnout).

Namun, para peneliti mengingatkan kita untuk tidak menyimpulkan bahwa anak adalah penyebab ketidakbahagiaan. Faktanya, banyak orang tua justru merasakan makna dan kepuasan emosional yang lebih dalam melalui proses membesarkan anak. Stres dan kebahagiaan bisa berjalan beriringan. Yang membuat perbedaan besar adalah dukungan yang memadai, seperti:

  • Akses ke pengasuhan anak yang terjangkau
  • Cuti orang tua yang layak
  • Tempat kerja yang fleksibel
  • Dukungan komunitas yang kuat

Penelitian global menunjukkan, ketika orang tua merasa aman secara finansial dan didukung secara sosial, kebahagiaan mereka bisa melampaui mereka yang tidak memiliki anak. Jadi, mari kita dukung sesama ibu untuk saling menguatkan, ya, Bunda. Karena kebahagiaan sejati bukanlah soal kesempurnaan, melainkan keberanian untuk menjalani peran dengan cinta dan dukungan yang cukup.

Reporter: Maya Handayani