Kehidupan setelah perceraian memang tidak selalu mudah, terutama ketika ada anak yang terlibat. Namun, Hamish Daud dan Raisa membuktikan bahwa perpisahan bukanlah akhir dari kebersamaan mereka sebagai orang tua. Pasangan yang resmi bercerai pada 15 Desember 2025 ini tetap menjalankan peran mereka dengan penuh tanggung jawab, terutama untuk putri kecil mereka, Zalina Raine Wyllie.
Dalam sebuah kesempatan, Hamish dengan terbuka menceritakan bagaimana ia dan Raisa membangun komunikasi yang baik pasca perceraian. Mereka sepakat untuk selalu hadir dan mendukung Zalina, baik secara fisik maupun emosional. Hamish pun mengungkapkan bahwa Zalina, yang kini berusia tujuh tahun, sudah mulai memahami situasi orang tuanya.
Komunikasi Terbuka dengan Sang Putri
Hamish menekankan pentingnya komunikasi yang jujur dengan anak. Ia dan Raisa memilih untuk menjelaskan sendiri kepada Zalina tentang kondisi keluarga mereka. Menurut Hamish, Raisa memiliki kemampuan komunikasi yang luar biasa, dan ia pun turut berbicara langsung dengan putrinya. Hal ini dilakukan agar Zalina tidak merasa bingung atau bertanya-tanya.
“Dia mengerti. Yaya juga bagus banget komunikasi skill-nya, saya juga bicara ke Zalina, jadi dia tahu apa yang terjadi,” ujar Hamish. Ia juga menambahkan bahwa situasi ini membuatnya semakin sensitif terhadap perasaan anaknya. “Itu makanya sensitif banget. Aku harus di sini terus kan, aku mau menunjukkan kalau aku ada untuk dia,” sambungnya.
Zalina Tumbuh Bahagia dengan Kedua Orang Tuanya
Meski orang tuanya bercerai, Zalina justru merasakan kehidupan yang semakin seru. Hamish menceritakan bahwa putrinya kini memiliki kamar baru di apartemen, sering diajak jalan-jalan, dan bahkan akan belajar berkuda saat berkunjung ke Bali. “Dia juga mengerti kalau hidupnya makin seru sekarang. Dia punya kamar baru di apartemen, bisa jalan-jalan. Lusa kita pulang ke Bali, kita akan berkuda. Kita punya hal buat dia yang lebih seru,” ungkapnya.
Hamish dan Raisa juga memastikan Zalina tidak pernah merasa kesepian. Mereka sering menghabiskan waktu bersama, baik saat Raisa sedang sound check maupun saat Hamish memiliki aktivitas. “Dia ikut sound check sama Mamanya, dia juga ikut ke Bapaknya. Jadi dia kayak enggak pernah kesepian atau sendirian, atau bertanya, ‘Ibu dan Bapak aku di mana ya?’, enggak. Kita selalu ada buat dia,” jelas Hamish.
Prioritas Utama: Kebahagiaan Zalina
Hamish menegaskan bahwa setelah bercerai, segalanya bukan lagi tentang dirinya atau Raisa, melainkan tentang Zalina. “Itu bukan tentang kita lagi, tapi tentang Zalina. Zalina kan tidak bisa memilih untuk di sini, kita yang menempatkan dia di sini. Jadi itu menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan kalau semuanya baik untuk dia,” tuturnya. Ia dan Raisa pun terus menjalin komunikasi yang baik demi kepentingan putri mereka.
Quality Time ala Hamish dan Zalina
Hamish memiliki aturan khusus untuk Zalina, yaitu harus belajar sesuatu yang baru setiap hari. Hal ini membuat Zalina semakin aktif dan penuh rasa ingin tahu. “Aku punya aturan buat Zalina. Dia tuh harus belajar sesuatu yang baru setiap hari. Jadi sekarang sudah mulai banyak pertanyaan,” katanya.
Salah satu kegiatan yang mereka lakukan adalah berkuda. Awalnya Zalina merasa takut karena kuda yang besar, tetapi dengan kesabaran Hamish, ia akhirnya percaya diri. “Waktu kita mulai berkuda, dia awal-awalnya takut banget karena kudanya besar. Kita dua kali berkuda enggak jadi karena dia takut. Tapi lama-lama aku bilang, ‘Ada aku di sini’. Jadi ada trust dengan bapaknya, ada perasaan aman. Itu yang mau aku jaga,” cerita Hamish.
Selain berkuda, Hamish juga sering mengajak Zalina menikmati alam, seperti bermain di pantai atau naik motor. Zalina ternyata sangat suka motor, dan ia selalu bahagia saat dijemput ayahnya dengan motor. Momen-momen ini menjadi quality time yang berharga bagi mereka berdua.
Kisah Hamish dan Raisa ini mengajarkan bahwa perceraian bukanlah halangan untuk tetap menjadi orang tua yang hebat. Dengan komunikasi yang baik dan prioritas pada kebahagiaan anak, mereka berhasil menciptakan lingkungan yang positif bagi Zalina. Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang tua yang sedang menghadapi situasi serupa.