Di tengah kesibukan dunia industri, ada sekelompok karyawan yang memilih untuk meluangkan waktu mereka dengan cara yang berbeda. Mereka bukan sekadar bekerja, tetapi juga berpetualang dan belajar mencintai lingkungan sekitar. Inilah kisah Komunitas Lintas Alam Bebas (Libas) dari Harita Nickel, sebuah wadah bagi para pecinta alam di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.
Menjelajah untuk Lebih Mengenal
Berawal dari ide sederhana pada 8 Januari 2022, dua belas karyawan memutuskan untuk menyusuri kawasan utara Danau Karo. Perjalanan kecil itu ternyata menjadi awal dari petualangan panjang yang kini telah mencapai lebih dari dua puluh ekspedisi. Kini, Libas menjadi rumah bagi karyawan dari berbagai unit bisnis yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan alam Pulau Obi.
Setyawan, inisiator Libas yang juga menjabat sebagai Security Manager, menceritakan bahwa komunitas ini lahir dari keinginan untuk menciptakan ruang bagi karyawan yang mencintai alam. "Libas menjadi wadah bagi teman-teman yang memiliki hobi menjelajah alam. Selain melepas penat, kegiatan ini juga membuat kami lebih mengenal dan menghargai alam Pulau Obi yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," tuturnya.
Rekreasi yang Penuh Makna
Setiap kegiatan Libas selalu menggabungkan unsur rekreasi dengan pembelajaran. Hiking, trekking, dan berkemah menjadi agenda rutin yang membawa anggota komunitas menyaksikan langsung keindahan bentang alam Pulau Obi. Mereka tidak hanya berpetualang, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Muhammad Nur Wahid, karyawan Departemen Security PT Dharma Cipta Mulia (DCM), mengaku kegiatan Libas memberinya kesempatan untuk melihat kembali keindahan pulau yang selama ini menjadi tempatnya mencari nafkah. Sementara itu, Tasya Ayu Chandra Aulia dari Departemen Warehouse PT Halmahera Persada Lygend (HPAL) menambahkan bahwa eksplorasi alam membuka wawasan mereka tentang lokasi-lokasi potensial yang belum banyak diketahui orang.
"Sangat seru karena kita bisa lebih dekat dengan alam dan jadi tahu bahwa Pulau Obi menyimpan banyak permata tersembunyi yang bisa menjadi tempat untuk mengisi ulang energi sebelum kembali bekerja," kata Tasya.
Kepedulian yang Tumbuh dari Bawah
Libas membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa tumbuh dari kesadaran individu dan komunitas, bukan hanya dari program perusahaan. Eksplorasi yang rutin dilakukan mendorong setiap anggota untuk memiliki rasa tanggung jawab atas kelestarian alam. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Harita Nickel dalam menerapkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Bagi anggota Libas, petualangan di Pulau Obi bukan sekadar menaklukkan jalur pendakian atau menemukan lokasi baru. Setiap langkah yang mereka tempuh adalah cara untuk mengenal, menghargai, dan menumbuhkan kepedulian terhadap alam yang tak terpisahkan dari kehidupan dan pekerjaan mereka. Inilah bukti bahwa harmoni antara industri dan lingkungan bukanlah mimpi, tetapi bisa diwujudkan melalui langkah-langkah kecil yang konsisten.