Cinta Sejati di Balik Penjualan Koleksi LEGO Demi Buah Hati

Penulis: Rini Azhari
Senin, 14 September 2026 | 11:02:00 WIB

Kehadiran buah hati adalah dambaan setiap pasangan. Namun, tidak semua orang bisa mendapatkannya dengan mudah. James (40) dan Jessica (39) dari Inggris harus melewati jalan berliku selama satu setengah tahun sebelum akhirnya mengetahui bahwa mereka mengalami infertilitas yang tidak dapat dijelaskan.

Setelah menjalani program bayi tabung (IVF) melalui layanan kesehatan publik Inggris (NHS), mereka akhirnya dikaruniai seorang putra pada Oktober 2024. Kebahagiaan itu ternyata belum lengkap. Pasangan ini ingin memberikan adik untuk sang putra, dan kembali memulai perawatan kesuburan pada Oktober 2025.

Sayangnya, perjuangan kedua tidak semulus yang pertama. Jessica sempat mengalami chemical pregnancy setelah transfer embrio, dan pada percobaan berikutnya, kehamilan berakhir dengan keguguran. Kini, mereka masih menyimpan satu blastokista dan berharap dapat melakukan transfer kembali saat kondisi memungkinkan.

Beban Biaya yang Menggunung

Berbeda dari IVF pertama yang ditanggung NHS, perawatan selanjutnya harus mereka biayai sendiri. Totalnya diperkirakan mencapai lebih dari US$12 ribu atau sekitar Rp190 juta. Setiap bulan, mereka harus menyisihkan sekitar US$1.400 (lebih dari Rp20 juta) untuk membayar rangkaian prosedur, mulai dari suntikan hormon, pemantauan USG, pengambilan sel telur, fertilisasi, hingga transfer embrio. Di tengah biaya hidup yang terus naik, tentu ini bukan perkara mudah.

Melepas Koleksi LEGO Demi Masa Depan

James pun mengambil keputusan besar: menjual sekitar 90 persen koleksi LEGO miliknya. Selama lebih dari 20 tahun, ia telah mengumpulkan sekitar 35 set, termasuk beberapa set langka seperti Star Wars Millennium Falcon, Imperial Star Destroyer, USS Enterprise, koleksi Marvel, dan sebuah kokpit fiksi ilmiah berukuran hampir sebesar aslinya. Total nilai koleksinya diperkirakan lebih dari £10 ribu atau sekitar Rp200 juta.

Salah satu item paling menarik adalah kokpit besar yang diharapkan terjual sekitar £1.000 (lebih dari Rp20 juta). Koleksi LEGO James akan dilelang melalui Vectis Auctions pada 17 September 2026.

Meski berat, James melihat ada yang lebih berharga dari sekadar mainan. "Aku memang menyukai koleksi LEGO-ku, tetapi aku lebih bahagia melepaskannya dan membangun LEGO bersama putra kami, dan semoga suatu hari nanti dengan anak kedua kami," ujarnya.

Dukungan dan Harapan

Jessica sangat bersyukur atas pengorbanan suaminya. "Aku berterima kasih kepada suamiku karena rela melepaskan koleksinya," katanya. Mereka berharap hasil penjualan dapat melunasi sisa biaya perawatan yang masih berjalan, sehingga beban finansial menjadi lebih ringan.

Perjalanan IVF memang tidak hanya soal prosedur medis. Menurut American Society for Reproductive Medicine, infertilitas dapat memberi dampak psikologis dan emosional. Dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga profesional menjadi kunci. Kisah James dan Jessica mengajarkan bahwa cinta dan pengorbanan adalah bahan bakar utama dalam perjuangan meraih momongan.

Reporter: Rini Azhari